PENGARUH TERAPI INHALASI AROMA TERAPI CENDANA TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LENANGGUAR DESA LENANGGUAR KECAMATAN LENANGGUAR KABUPATEN SUMBAWA BESAR

Febriati Astuti

Abstract


Lansia merupakan istilah bagi individu yang telah memasuki periode dewasa akhir atau usia tua. Periode ini merupakan periode penutup bagi rentang kehidupan seseorang, dimana telah terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap. Kemunduran fisik maupun psikologis yang dialami lansia akibat proses menua (aging proses) mengakibatkan terganggunya pemenuhan kebutuhan dasar salah satunya adalah kebutuhan istirahat dan tidur. Penyebab tidak adekuatnya kebutuhan tidur adalah insomnia, dimana insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang sering dialami oleh lansia. Insomnia merupakan ketidak mampuan untuk tidur walaupun ada keinginan untuk melakukannya. Upaya yang biasa dilakukan dalam menangani masalah ini adalah pemberian obat tidur, dimana pemberian obat tidur dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping yang dapat membahayakan pemakainya sendiri. Salah satu terapi yang dapat mengatasi tingkat insomnia adalah aromateapi. Aromaterapi merupakan terapi yang menggunakan minyak esensial (essensial oil) atau sari minyak murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan, membangkitkan semangat, gairah, menyegarkan serta menenangkan jiwa dan merangsang proses penyembuhan. Salah satu aromaterapi yang digunakan adalah metode inhalasi cendana atau yang dikenal dengan inhalasi aromaterapi cendana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Inhalasi Aromaterapi Cendana Terhadap Perubahan Tingkat Insomnia Pada Lansia Di Dusun Lenangguar Wilayah Kerja Puskesmas Lenangguar Kec. Lenangguar Kab.Sumbawa Besar. Desain yang digunakakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan nonequivalent control group design. Besar sampel sebanyak 20 responden dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. analisa data yang digunakan yaitu uji statistic t-test dengan tingkat kepercayaan sebesar 5% atau 0,05. Hasil uji statistic diperoleh hasil p-value = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikan 0,05 sehingga Ho ditolak artinya ada pengaruh tingkat insomnia sebelum inhalasi aromaterapi cendana dengan sesudah inhalasi aromaterapi cendana Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh tingkat insomnia sebelum inhalasi aromaterapi cendana dengan sesudah inhalasi aromaterapi cendana pada lansia di Dusun Lenangguar

Keywords


Lansia, Tin gkat Insomnia, Inhalasi Aromaterapi

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Nasirin, C. Alamsyah.(2010) Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif good governance. Malang.

Nasirin, C. (2009). Penelitian Kualitatif Pendekatan Empiris Bagi Penulis Pemula.

Nasirin, C. (2013). Program pemberdayaan anak-anak terlantar di Nusa Tenggara Barat. Sosiohumaniora, 15(3), 239-252.

Nasirin, C., & Mataram, S. P. S. (2013). Reformasi Administrasi Publik, Sebuah Kajian Konseptual. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan, 4(2), 92-99.




DOI: http://dx.doi.org/10.47506/jpri.v4i2.114

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.