HUBUNGAN PERASAAN KESEPIAN DENGAN PERILAKU BERISIKO TERTULAR HIV/AIDS PADA TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

I Made Eka Santosa

Abstract


Salah satu kelompok populasi yang rawan terhadap penularan HIV/AIDS di Kabupaten Lombok Timur adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengingat Kabupaten Lombok Timur adalah pengirim TKI terbesar kedua di Indonesia. Mobilitas dan migrasi pada TKI dapat menciptakan kondisi rentan tertular HIV yang didukung oleh perilaku berisiko tinggi untuk tertular HIV/AIDS.
Penularan HIV pada TKI sangat mungkin diakibatkan karena perilaku berisiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS. Selain diakibatkan oleh rendahnya pengetahuan dan sikap terhadap penularan HIV/AIDS, beberapa faktor yang menyebabkan lebih tingginya risiko pada pekerja migran antara lain : mobilitas tinggi, perpisahan dengan pasangan yang menimbulkan perasaan kesepian, terjerumus dalam industri seks, kesulitan beradaptasi dengan kondisi tempat tujuan sehingga rawan stres dan terjebak dalam penggunaan narkoba. Dari beberapa faktor diatas peneliti ingin mengetahui hubungan antara perasaan kesepian dengan perilaku berisiko tertular HIV/AIDS pada TKI di Kabupaten Lombok Timur.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional analytic, tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 461 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner dan pedoman wawancara yang dimodifikasi dari Survey Surveilans Perilaku (SSP) tahun 2005 dan UCLA Loneliness Scale.
Dari hasil pengolahan data statistik didapatkan nilai korelasi Chi-Squared sebesar 0,013 yang berarti lebih kecil dari nilai Alfa 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan ada hubungan antara kesepian dengan perilaku berisiko tertular HIV/AIDS pada TKI di Kabupaten Lombok Timur. Hubungan bersifat positif yang berarti semakin tinggi tingkat perasaan kesepian, semakin tinggi pula perilaku berisiko tertular HIV/AIDS pada TKI di Kabupaten Lombok Timur.

Keywords


TKI, perasaan kesepian, perilaku berisiko HIV/AIDS

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Nasirin, C. (2010). Peran Strategis Pemerintah Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial. Universitas Brawijaya, Malang.

Nasirin, C., & Hermawan, D. (2017). Kontroversi Implementasi Kebijakan Penenggelaman Kapal Dalam Rangka Pemberantasan Illegal Fishing di Indonesia. Spirit Publik, 12(1), 9-24.

Nasirin, C., & Hermawan, D. (2010). Governance & Civil Society Interaksi Negara dan Peran NGO dalam Proses Pembangunan.

Runkawatt, V., Kerdchuen, K., Tipkanjanaraykha, K., Ubolwan, K., Tawetanawanich, Y., Nasirin, C., & Win, M. L. (2016). Kogan’s Attitude Toward Old People: evaluation of validity and reliability assessment among nursing students in Thailand, Myanmar, and Indonesia. Asian Journal for Public Opinion Research, 3(3), 145-155.

Nasirin, C. Alamsyah.(2010) Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif good governance. Malang.

Nasirin, C. (2009). Penelitian Kualitatif Pendekatan Empiris Bagi Penulis Pemula.

Nasirin, C. (2013). Program pemberdayaan anak-anak terlantar di Nusa Tenggara Barat. Sosiohumaniora, 15(3), 239-252.




DOI: http://dx.doi.org/10.47506/jpri.v5i1.131

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.