PENGARUH TERAPI DONGENG TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG IRNA III A RSUD KOTA MATARAM

Ageng Abdi Putra

Abstract


Hospitalisasi merupakan sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan dan dianggap mengancam sehingga menjadi pengalaman yang traumatik bagi setiap orang yang mengalaminya, bagi anak usia 3 sampai 6 tahun (prasekolah), cemas akibat perpisahan atau yang biasa disebut depresi analitik, merupakan stres utama pada bayi usia pertengahan sampai usia prasekolah. Bermain merupakan pekerjaan pada masa kanak-kanak. Ahli perkembangan anak mengakui bahwa bermain sebagai strategi koping yang penting bagi anak, salah satu yaitu dongeng, dongeng adalah seni bercerita menggunakan bahasa, vokalisasi, gerakan fisik dan isyarat tertentu untuk mengungkapkan unsur-unsur dari cerita ke pendengar.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan Pre Test-Post Test with control Design dengan jumlah sampel sebanyak
30 orang yang dimana 15 kelompok perlakuan dan 15 kelompok kontrol.
Hasil penelitian yang didapatkan saat pre-test rata-rata tingkat kecemasan responden berada pada kategori cemas berat (73%). Setelah diberikan terapi dongeng hasil saat post-test rata-rata tingkat kecemasan responden berada pada kategori sedang (67%), hasil uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon didapatkan hasil yaitu p=0,000 (p=<0,05), hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, ada pengaruh terapi dongeng terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah di ruang Irna III A RSUD Kota Mataram.

Keywords


Anak prasekolah, Kecemasan, Terapi Dongeng

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.47506/jpri.v5i2.140

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.