HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) PADA WANITA USIA SUBUR SEPULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2020

Humaediah Lestari

Abstract


Diketahui dari data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018, Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk 9 provinsi tertinggi kasus IVA positif. Selain itu, dari total 722.347 sasaran baru 95.651 (13,24%) WUS yang diperiksa menggunakan IVA. Kanker serviks merupakan pembunuh nomor 2 terbanyak wanita di Indonesia. Kanker serviks merupakan kanker leher rahim yang disebabkan oleh Human Pappiloma Virus (HPV). Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia (2019) rata-rata kematian akibat kanker serviks sebanyak 13,9 per 100.000 penduduk. Kanker serviks dapat dicegah dengan vaksinasi dan deteksi dini menggunakan pap smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, motivasi dan dukungan suami dengan pemeriksaan IVA pada WUS.
Penelitian ini menggunakan kuesioner online yang dibuat dengan aplikasi google form yang disebar secara online. Populasi penelitian ini adalah WUS usia 15-49 tahun yang telah kawin dan berdomisili di Pulau Lombok. Sampel diambil menggunakan metode non probability sampling dengan accidental sampling berjumlah 37 WUS. Rancangan studi yang dgunakan adalah cross sectional. Uji analisa data menggunakan uji deskriptif Chi square dengan tingkat kesalahan 5%.
Dari penelitian yang dilakukan sebagian besar WUS tidak melakukan pemeriksaan IVA (91,9%) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (0,789) motivasi (1,00) dan dukungan suami (0,548) dengan perilaku pemeriksaan IVA. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar WUS tidak melakukan pemeriksaan IVA (91,9%) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan (0,789) dan dukungan suami (0,548) dengan perilaku pemeriksaan IVA.
Mengingat masih banyaknya WUS yang belum pernah melakukan skrining kanker serviks dengan metode IVA maka diharapkan adanya intervensi dari pihak tenaga kesehatan .untuk lebih menggalakkan promosi tentang pemeriksaan IVA dan semakin menggalakkan pemeriksaan IVA gratis terutama di pedesaan tidak hanya di perkotaan.


Keywords


Pemeriksaan IVA, pengetahuan, dukungan suami, WUS

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.47506/jpri.v6i2.183

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.