Pemanfaatan Jamban Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Parampuan Kabupaten Lombok Barat

Rabiatun Adawaiyah

Abstract


  Rencana Strategis Kementrian Kesehatan bahwa pada  2010-2014 ditargetkan presentase rumah tangga yang menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) sebesar 70% pada tahun 2014. Pada tahun 2012 ditargetkan sebanyak 59% rumah tangga telah melaksanakan PHBS dan hasilnya sebanyak 56,70% rumah tangga telah melaksanakan PHBS. Jamban keluarga adalah suatu bangunan yang dipergunakan untuk membuang tinja atau kotoran manusia atau najis bagi suatu keluarga yang lazim disebutkakus atau wc (Madjid, 2009). Bagi rumah yang belum memiliki jamban, sudah dipastikan mereka itu memanfaatkan sungai, kebun, kolam, atau tempat lainnya untuk buang Air Besar (BAB). Dengan masih adanya masyarakat di suatu wilayah yang BAB sembarangan, maka wilayah tersebut terancam beberapa penyakit menular yang berbasis lingkungan diantaranya: penyakit cacingan, kolera (muntaber), diare, tipus, disentri, paratypus, polio, hepatitis B dan masih banyak penyakit lainnya. Tujuan penelitian adalah Mengetahui pemanfaatan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Parampuan Kabupaten Lombok Barat.  Berdasarkan tujuan penelitian, jenis penelitian adalah observasional yang bersifat retorspektif. Sampelnya adalah semua penduduk yang terdata dalam data kohor di wilayah kerja Puskesmas Parampuan Kabupaten Lombok Barat tahun 2014 yang memenuhi kriteria . Teknik pengembailan sampel pada penelitian ini adalah Non Probability Sampling, Total Sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Puskesmas Parampuan, Kabupaten Lombok barat. Dari hasil analisis statistic dengan uji spearman rank diperoleh  nilai p value = 0,156 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang significant antara aksesibiliti dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Parampuan.

Keywords


Pemanfaatan Jamban, Diare

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.47506/jpri.v2i1.19

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.