PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG KARANG

Eva Marvia

Abstract


Lanjut usia merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan dimana seseorang mengalami perubahan secara biologis, psikologis, maupun sosial. Peningkatan jumlah Lanjut Usia yang tinggi berpotensi menimbulkan berbagai macam permasalahan salah satunya penyakit degeneratif yaitu penyakit kronik menahun yang banyak mempengaruhi kualitashidup serta produktivitas seseorang, dimana progresivitas penyakit akan bertambah seiring bertambahnya usia penderita seperti penyakit diabetes melitus.
Data WHO menyebutkan bahwa tahun 2000 terdapat sekitar 171 juta orang pasien DM di dunia dan di perkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi 366 juta orang tahun 2030. Di Indonesia jumlah pasien DM sekitar 8 juta orang dan diperkirakan akan mengalami peningkatan pada tahun 2030 menjadi sekitar 21 juta orang.
Pengendalian diabetes untuk menjaga gula darah tetap terkontrol salah satunya dengan pemberian rebusan daun kelor bagi penderita diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap perubahan kadar glukosa darah pada lansia penderita diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja puskesmas tanjung karang.
Desain penelitian ini adalah Pra-Eksperiment dengan pendekatan One Group Pre-Test dan Post-Test Design. Sampel yang digunakan adalah lansia penderita diabetes melitus tipe II. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan uji statistik menggunakan T Test.
Kata kunci : “Diabetes melitus tipe II, Rebusan Daun kelor, Kadar glukosa darah “

Keywords


Diabetes melitus tipe II, Rebusan Daun kelor, Kadar glukosa darah

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.47506/jpri.v3i1.57

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.